Koko Erwin Diburu! Mabes Polri Nyatakan Perang Total, Dua Perwira Jadi Tersangka
2 mins read

Koko Erwin Diburu! Mabes Polri Nyatakan Perang Total, Dua Perwira Jadi Tersangka

Jakarta. MatawartaNet. – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) menegaskan komitmen tanpa kompromi dalam memberantas peredaran gelap narkotika di Indonesia. Polri resmi menyatakan “Perang Total” terhadap sindikat narkoba, termasuk melakukan pembersihan internal terhadap oknum anggota yang terlibat.

Pernyataan tegas itu disampaikan Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, Selasa (17/2/2026). Ia memastikan tidak ada ruang aman bagi bandar narkoba, siapa pun dan di mana pun berada.

“Profil lengkap yang bersangkutan sudah kami kantongi. Saat ini tim khusus sedang melakukan pengejaran intensif. Kami pastikan tidak ada tempat aman bagi bandar narkoba di negeri ini,” tegasnya.
Bandar Besar Bima Jadi Target Utama
Fokus pengejaran kini tertuju pada sosok berinisial E alias Koko Erwin, yang diidentifikasi sebagai bandar besar di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat.
Ia disebut sebagai aktor intelektual yang memegang peran vital dalam mobilitas dan distribusi narkotika yang masuk ke wilayah tersebut. Mabes Polri telah mengerahkan tim khusus untuk memburu keberadaannya.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Polri dalam memutus mata rantai peredaran narkoba dari hulu hingga ke jaringan distribusi daerah.

Dua Oknum Perwira Ditetapkan Tersangka
Sebagai bentuk transparansi dan integritas institusi, Mabes Polri juga mengonfirmasi penetapan dua oknum perwira sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
Kedua oknum itu adalah:
Malaungi, mantan Kasat Narkoba
Didik Putra Kuncoro, mantan Kapolres Bima Kota

Keduanya diduga memiliki peran dalam mengamankan operasional jaringan narkoba yang dikendalikan Koko Erwin.
Polri menegaskan, penetapan ini menjadi bukti bahwa institusi tidak pandang bulu dalam menindak anggota yang terlibat kejahatan.

Ancaman Serius bagi Generasi Bangsa
Polri menilai peredaran narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman serius terhadap masa depan generasi muda Indonesia. Karena itu, Mabes Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dan aktif memberikan informasi.

“Kami memohon dukungan doa dan informasi dari seluruh masyarakat. Ini adalah wujud komitmen kami untuk menyatakan perang secara total terhadap peredaran gelap narkotika. Kita harus melindungi generasi bangsa dari kehancuran,” pungkas Johnny.
Perang terhadap narkoba kini memasuki babak baru. Mabes Polri memastikan, siapa pun yang terlibat akan ditindak tegas tanpa kompromi.
(TIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *