Tragis di Langgudu: Balita 2 Tahun Diduga Keracunan, Tewas di Jalan Rusak Saat Dirujuk ke Puskesmas
BIMA. MatawartaNet — Peristiwa memilukan terjadi di Desa Pusu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Seorang balita berusia 2 tahun dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan pada Jumat (13/2/2026), setelah diduga mengalami keracunan obat cacing tanaman dan terhambat kondisi jalan rusak parah.
Menurut bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Pusu, Rika Istiqomah, korban awalnya dibawa keluarga ke Pustu setelah menunjukkan gejala keracunan. Kondisi balita kemudian diputuskan untuk dirujuk ke Puskesmas Monta.
Namun di tengah perjalanan, mobil yang digunakan untuk merujuk korban terjebak lumpur akibat jalan yang rusak berat dan licin usai hujan.
“Pas mau dibawa rujuk, mobil terjebak lumpur. Kami sempat memanggil warga bantu evakuasi, namun kondisi korban makin menurun,” ujar Rika, Sabtu (14/2/2026).

Pihak kepolisian setempat telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan, termasuk uji sampel untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Hasil pemeriksaan laboratorium masih dalam proses.
Sementara itu, dokter jaga di rumah sakit tempat korban dirujuk menyampaikan bahwa balita tiba dalam kondisi kritis. Tim medis telah melakukan penanganan komprehensif sesuai prosedur, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Kondisi jalan rusak di Kecamatan Langgudu disebut menjadi salah satu faktor utama terhambatnya proses rujukan medis.
Pemerintah daerah sebelumnya diketahui telah menerima surat dari Kementerian Kesehatan terkait percepatan akses layanan kesehatan, namun hingga kini perbaikan infrastruktur belum maksimal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Ashadi, mengakui keterbatasan fasilitas di tingkat Pustu, termasuk belum tersedianya ambulans khusus, menjadi kendala serius dalam penanganan kasus darurat di desa terpencil.
Warga Desa Pusu pun menyuarakan keprihatinan. Mereka menilai jalan rusak kerap menjadi hambatan saat membawa pasien ke rumah sakit, terutama saat musim hujan.
“Kami sering kesulitan membawa pasien ke rumah sakit kalau musim hujan,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Peristiwa ini memicu sorotan luas dari masyarakat Bima. Selain desakan percepatan perbaikan infrastruktur jalan, warga juga meminta pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan obat-obatan di lingkungan keluarga agar kejadian serupa tidak terulang.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa akses kesehatan dan infrastruktur dasar masih menjadi persoalan krusial di sejumlah wilayah pedesaan. (Tim).
